Selasa, 15 November 2011

APEL GELAR PASUKAN DLM RANGKA PAM KTT ASEAN KE-19 DI BALI

Pelaksanaan apel gelar pasukan hari Rabu tanggal 16 Nopember 2011 ini masih dalam suasana peringatan hari pahlawan, sekiranya hal ini dapat dijadikan momentum bagi kita semua untuk memacu semangat dalam melaksanakan tugas, khususnya dalam pelaksanaan operasi imbangan pengamanan ktt asean ke-19 di bali.
Apel gelar pasukan yang di laksanakan hari ini merupakan rangkaian dari persiapan Polda NTB dalam rangka melaksanakan tugas pengamanan imbangan kegiatan KTT ASEAN ke - 19 dan EAST ASIA SUMMIT 2011 yang akan dilaksanakan di bali, dengan menyelenggarakan operasi imbangan sandi pengamanan ”asean -gatarin-2011, selama 3 hari yaitu dari tanggal     17 s/d 19 nopember 2011.
Maksud Dan Tujuan Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Ini Kita Laksanakan Sebagai Checking Terakhir Terhadap Kesiapan Seluruh Satuan, Personil Dan Peralatan Sebelum Dimulainya Pelaksanaan Tugas, Disamping Itu Apel Kesiapan Pasukan Ini Juga Kita Maksudkan Sebagai Pernyataan Kesiapan Dan Keseriusan Kita Dalam Melaksanakan Tugas Pengamanan, Dengan Mengedepankan Giat Preventif Yang Didukung Upaya Preemtif Dan Giat Intelijen Serta Penegakan Hukum Dalam Rangka Mewujudkan Situasi Keamanan, Ketertiban Masyarakat Yang  Kondusif Di Wilayah Hukum Polda Ntb, Agar Seluruh  Rangkaian  Kegiatan  Ktt  Asean  Ke-19  Dan East Asia Summit 2011 Yang Dilaksnakan Di Nusa Dua Bali Dapat Berjalan Dengan Aman, Tertib Dan Sukses

Senin, 24 Oktober 2011

PERSEMIAN BANDARA INTERNASIONAL LOMBOK

Sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara peresmian BIL intinya :
Bahwa hadirnya Bandara Internasional Lombok adalah tepat waktu. "Pertama, secara nasional bisnis angkutan udara meningkat secara signifikan. Ini menunjukkan ekonomi terus tumbuh, penghasilan masyarakat juga meningkat, meskipun masih harus kita tingkatkan, dan golongan ekonomi menengah makin meningkat. Otomatis penggunaan jasa angkutan udara meningkat," kata SBY dalam sambutannya saat meresmikan Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (20/10) pagi.

Kedua, secara provinsial atau daerah, NTB sangat potensial untuk menjadi kawasan wisata. "Oleh karena itu diperlukan bandar udara bertaraf internasional. Ketiga, ada keinginan masyarakat agar bandara ini dapat menjadi salah satu tempat embarkasi dan debarkasi dari jemaah haji. Saya berharap segera dikaji dan dipersiapkan untuk bisa kita wujudkan. Harapan saya bisa diwujudkan nantinya menjadi tempat embarkasi penuh," ujar SBY.
 Presiden SBY juga menyetujui usulan penambahan panjang runway yang saat ini 2.750 meter menjadi 3.000 meter agar bisa dilandasi pesawat yang lebih besar bagi tempat embarkasi haji. "Silakan Menteri Perhubungan mewujudkan. Akses jalan keluar masuk bandara juga agar segera diselesaikan untuk melengkapi infrastruktur bandara," jelas Kepala Negara.

"Poin keempat mengapa pembangunan bandara ini tepat waktu adalah karena sejalan dengan upaya kita membangun keterhubungan secara domestik dan regional. Dengan empat alasan itulah maka bandara yang sudah lama dinantikan ini akhirnya dapat kita hadirkan," SBY menerangkan. 

 Konsep pembiayaan pembangunan Bandara Internasional Lombok menurut Presiden SBY adalah model yang baik bagi pembangunan infrastruktur. "Ini adalah contoh yang baik. Pembangunan bandara ini menelan biaya hampir Rp 1 triliun dengan sumber pendanaan dari PT Angkasa Pura I sebesar Rp 800 miliar, sedangkan sisanya pemerintah Provinsi NTB dan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Ini adalah contoh yang baik. Mudah-mudahan daerah yang lain mencontoh pembangunan seperti ini," kata SBY memuji. 



"Mengapa baik? APBN kita ini memang makin besar, tapi yang dibiayai juga banyak. Banyak sekali infrastruktur, antara lain bandara di seluruh Indonesia yang harus dibangun. Belum untuk membangun jembatan, jalan, irigasi, bendungan, dan sebagainya. Kalau semuanya menggunakan uang APBN tentu tidak cukup, atau mengantrinya terlalu lama bagi masing-masing provinsi untuk mendapatkan alokasi anggaran APBN," SBY menjelaskan.


"Oleh karena itu, infrastruktur yang memiliki nilai komersial, kita harapkan menggunakan anggaran non APBN utamanya, biasanya swasta atau BUMN dan ada kontribusi dari daerah. Ini adalah model yang sangat baik," SBY menegaskan.

Kamis, 20 Oktober 2011

PENGAMAN RI_I DAN PERDANA MENTERI MALAYSIA

Kesiapan Personel Polres Lombok tengah dalam rangka Pengamanan RI_I  dan Rombongan dan pertemuan Perdanan Menteri Malaysia di Hotel Novotel Lombok yang berada di  pantai Kuta Lombok. Kegiatan tersebut rencananya berlangsung selama tiga hari. pada hari Kamis tanggal 20 Oktober 2011 Presiden RI akan meresmikan Bandara Internasional Lombok dan akan melanjutkan dengan pertemuan Bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Mohd Najib dan pada hari jumat presiden SBY  akan meresmikan Ground breaking Mandalika Resort, kemudian akan bertolak ke Provinsi Dewata Bali mengakhiri kunjungannya di Lombok.
Polres Lombok Tengah mengerahkan 1/2 dari kekuatan Polres dan dibantu oleh Bko dalmas Polda NTB, Sat Brimobda NTB, dalmas Res. Lobar dan Lotim.





Sabtu, 15 Oktober 2011

SERPAS PENGAMANAN PEMBERANGKATAN CJH 1432 H / 2011 M

Pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan pemberangkatan calon jemaah haji 1432 h / 2011 M di Bandara Internasional Lombok ini di laksanakan di lapangan apel Polres Lombok Tengah yang di pimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Loteng Kompol DEWA MADE SIDAN pada hari minggu tanggal 16 Oktober 2011 jam 08.00 wita.

JADWAL KEBERANGKATAN CALON JEMAAH HAJI NTB TH 2011

Senin, 12 September 2011

KENDARAAN PENGURAI MASSA

Dit Sabhara Polda NTB membentuk dan melatih satuan kendaraan pengurai massa, upacara pembukaan pelatihan di pimpin langsung oleh Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Arif Wachyunadi di lapangan apel Polda NTB hari Senin tanggal 12 September 2011 pukul 07.00 wita, yang ditandai dengan penyematan pita sebagai tanda latihan kepada salah satu personil peserta pelatihan kendaraan pengurai massa.

Pelatihan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 12 s.d 14 September 2011 yang diikuti oleh personil Dit Sabhara Polda NTB dan Polres jajaran sebanyak 30 (tiga puluh) personil bertempat di Gedung Sasana Dharma Polda NTB.

Dalam sambutan Kapolda NTB menekankan kepada peserta pelatihan agar dapat mengikuti dengan serius, memedomani UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI, Perkap Kapolri No. 16 Tahun 2006 tentang pedoman pengendalian massa, Perkap Kapolri No. 1 Tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian, Protap Kapolri No. 1 tahun 2010 Tentang penanggulangan anarkhi dan tidak kalah pentingnya para peserta harus menjunjung tinggi UU No. 39 Tahun 1999 Tentang HAM.

Kapolda mengingatkan bahwa kendaraan dan perlengkapan dinas pengurai massa ini benar-benar di peruntukkan sesuai dengan Protap bukan untuk pribadi dan dalam penggunaannya minimal 5 (lima) personil karena khusus untuk pengurai massa yang anarkhi.

Kepada para pelatih / instruktur supaya dapat membekali sesuai dengan Tupoksinya melalui metode yang mudah di pahami oleh peserta.

Kapolda NTB mengharapkan kepada para peserta agar serius mengikuti pelatihan ini mengingat waktunya hanya 3 (tiga) hari sehingga selesai dan sekembalinya di satuan masing-masing supaya tetap dilatih dan diuji.